Kamis, 19 Februari 2015

Absurd



            Hampir dua  hari belakangan ini kota Medan dituruni butir-butir air yang dingin dari langit.  Terkadang butiran air tersebut turun dengan banyak terkadang hanya beberapa. Terkadang hanya sebentar dan terkadang butiran air tersebut “betah” turun membasahi kota Medan. Dan malam ini di kota Medan diturunin oleh butir-butir air. Dingin, ya sangat dingin. Telapak tangan dan telapak kakiku sangat merasakan kedinginannya.
            Malam ini sepertinya aku tidak akan tertidur, bukan karena kedinginan tetapi memang aku tidak tau apa penyebabnya. Dan malam ini aku sangat merasakan kebosanan, hampir semua hal terasa bosan padahal malam ini ada pertandingan bola champion yang sangat aku tunggu. Menyentuh remote tv saja aku merasa terlalu berat, ya sekedar hanya melihat-melihat acara apasaja yang disiarkan malam ini. Bermain game kesukaan bahkan untuk menutup mata agar nantinya tertidur sangat sulit ku lakukan malam ini. Yang pada akhirnya aku menulis agar aku terhindar dari lamunan-lamunan yang aku rasa lamunan tersebut sangat susah untuk terealisasikan. Ya seperti aku melamunkan senyummu, aku diberada disampingmu, kita tertawa saling berbagi cerita bahkan aku melamunkan bagaimana wajahmu ketika tidur. Ya semua itu untuk sekarang susah untuk direalisasikan padahal jarak diantara bisa dikatakan dekat. Why?
            Beberapa lagu mulai ku putar dengan acak agar tidak terasa sunyi dan ada lagu yang sangat aku hayati liriknya yaitu lagu “yang terdalam” dari Peterpan. Aku merasa sangat terhanyut akan lagu tersebut, hahhahah betapa naifnya aku menilai mu. Semoga kau diberikan kesehatan, kekuatan dan keberuntungan untuk menjalani hari-harimu. Maaf jika selama ini aku hanya membuat mu sakit bahkan merasa hampa karena tingkah dan ucapanku. Tidak ada maksud untuk melakukannya, tidak ada insan di dunia ini yang menyakiti orang yang disayanginya. Sekali lagi maaf, maaf jika kau ku sayangi. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar