Hampir dua hari
belakangan ini kota Medan dituruni butir-butir air yang dingin dari
langit. Terkadang butiran air tersebut
turun dengan banyak terkadang hanya beberapa. Terkadang hanya sebentar dan terkadang
butiran air tersebut “betah” turun membasahi kota Medan. Dan malam ini di kota
Medan diturunin oleh butir-butir air. Dingin, ya sangat dingin. Telapak tangan
dan telapak kakiku sangat merasakan kedinginannya.
Malam ini sepertinya aku tidak akan tertidur, bukan
karena kedinginan tetapi memang aku tidak tau apa penyebabnya. Dan malam ini aku
sangat merasakan kebosanan, hampir semua hal terasa bosan padahal malam ini ada
pertandingan bola champion yang
sangat aku tunggu. Menyentuh remote tv saja
aku merasa terlalu berat, ya sekedar hanya melihat-melihat acara apasaja yang
disiarkan malam ini. Bermain game
kesukaan bahkan untuk menutup mata agar nantinya tertidur sangat sulit ku
lakukan malam ini. Yang pada akhirnya aku menulis agar aku terhindar dari
lamunan-lamunan yang aku rasa lamunan tersebut sangat susah untuk
terealisasikan. Ya seperti aku melamunkan senyummu, aku diberada disampingmu,
kita tertawa saling berbagi cerita bahkan aku melamunkan bagaimana wajahmu
ketika tidur. Ya semua itu untuk sekarang susah untuk direalisasikan padahal
jarak diantara bisa dikatakan dekat. Why?
Beberapa lagu mulai ku putar dengan acak agar tidak terasa
sunyi dan ada lagu yang sangat aku hayati liriknya yaitu lagu “yang terdalam”
dari Peterpan. Aku merasa sangat terhanyut akan lagu tersebut, hahhahah betapa
naifnya aku menilai mu. Semoga kau diberikan kesehatan, kekuatan dan
keberuntungan untuk menjalani hari-harimu. Maaf jika selama ini aku hanya
membuat mu sakit bahkan merasa hampa karena tingkah dan ucapanku. Tidak ada
maksud untuk melakukannya, tidak ada insan di dunia ini yang menyakiti orang
yang disayanginya. Sekali lagi maaf, maaf jika kau ku sayangi. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar