Minggu, 24 November 2013

22


            Ya, itu nomor favorit aku. Mungkin bagi anda nomor favorit merupakan nomor yang memberikan keberuntungan bagi anda, atau nomor favorit merupakan nomor yang mengingatkan anda akan moment yang indah atau tidak jika diingat. :D
            Nomor 22 merupakan nomor yang sangat sakral bagi aku, dimana nomor tersebut tidak hanya membawa suatu kebahagian akan tetapi nomor tersebut juga membawa suatu yang tidak bisa diuraikan melalui kata-kata mungkin bisa dikatakan awesome. Membawa suatu kebahagiaan karena pada tanggal tersebut merupakan tanggal dimana aku pertama kali melihat dunia, dan awesome karena pada tanggal tersebut aku mengalami keadaan yang menakjubkan, yaitu terkadang badanku mengalami sesuatu yang disebut dengan “Demam” selama berhari-hari dan terkadang aku mengalami hal-hal yang menarik dan tidak enak membayangkannya. (Hahahah sedikit lebay sih) :D
            Kalau bicara soal nomor keberuntungan, ya jika kalian percaya dengan  keberuntungan. Mungkin aku dapat mengatakan bahwa nomor 21 merupakan nomor keberuntunganku. Kenapa?? Ya karena aku sangat beruntung pada nomor tersebut, dimana pada waktu bermain undian berhadiah, ketika melakukan test untuk memasuki sesuatu instansi ataupun sejenisnya. Jika aku mendapat nomor 21, pasti nomor tersebut membawa sweet memory untuk dikenang. :D
            Well, mungkin hanya sebatas itu yang dapat aku uraikan tentang nomor-nomor yang menggelitik aku untuk membuat suatu tulisan di blog ni. :D

Senin, 06 Mei 2013

ABSEN



           Di hari ini tepatnya tanggal 6 Mei 2013, aku kesiangan. Bukan berarti tidak hari ini aja kesiangan di semester 6 ini. Akan tetapi kesiangan aku kali ini sudah tidak bisa tertoleransi lagi. Dimana aku bangun pagi pada pukul 07.46 WIB dan dosen yang ngajar adalah dosen yang super duper sangat disiplin. Semula aku dah berniat untuk kuliah, aku bergegas kekamar mandi, ceplak cepluk dah selesai 5 menit aku mandi. Lansung berpakaian rapi, memakai sepatu, dan tentu saja tidak lupa memakai parfum.
            Akan tetapi ketika aku sudah siap-siap untuk kuliah, pada waktu aku mengunci kamar kost aku ntah apa yang memasuki badan aku pada waktu itu, aku merasa bahwa aku harus segera kekamar mandi untuk melakukan ritual pagi hari, itu adalah membuang Pup. Waduh seketika aku melihat jam aku sudah pukul 08.02 WIB, tapi perut ku sangat lah mulas. Aku merasa bahwa keadaan tersebut sudah tidak bisa ditahan lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk menuntaskan kegiatan ritual tersebut. Setelah selesai melakukannya, aku tidak berani melihat jam. Itu dikarenakan aku merasa proses aku menyelesaikan ritual pagi tersebut memakan waktu 5 menit. Dan niat ku pun untuk kuliah sudah sirna, dimana aku mengitung waktu yang dibutuhkan untuk sampai dikelas saja membutuhkan waktu minimal 10 menit. Tanpa lansung berpikir ini itu lagi aku segera merebahkan badan ku untuk melanjuti tidur yang tertunda.

Minggu, 05 Mei 2013

AKU GAGAL



        Ya aku gagal menjadi Ketua Bidang. Aku dilantik menjadi Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi pada suatu Himpunan Mahasiswa Departemen. Semula aku menolak untuk menjabati kedudukan tersebut dikarenakan aku tidak memiliki pengalaman dan itu bukan bidang yang aku kuasai sebelumnya. Bidang yang aku kuasai adalah bidang Pengembangan Minat dan Bakat yang ada di Himpunan Mahasiswa Departemen tersebut. Mereka (Ketua dan Sekretaris) memilih aku sebagai ketua bidang Infokom dikarenakan aku memiliki potensi untuk  menjalankan posisi tersebut. Dan mereka percaya atau berasumsi kalau bukan aku yang menjabati posisi tersebut maka orang untuk menjabati posisi tersebut akan susah ditemukan.
        Pada awalnya, kegiatan-kegiatan yang ada di Himpunan Mahasiswa Departemen berjalan dengan baik. Baik itu dari program kegiatan bidang lain maupun dari bidang yang aku guluti sekarang. Namun tugas dari seorang ketua bidang bukan lah hanya sekedar menjalankan program kegiatan yang ada akan tetapi ketua bidang harus bisa mengajak rekan-rekan sebidangnya untuk ambil alih didalam menjalankan program kegiatan yang ada. Hal yang wajar dilakukan oleh ketua bidang, aku pun membagi program kegiatan yang ada dengan rekan-rekan sebidang aku. Program kegiatan yang ada di bidang aku ada 4 (empat) program kegiatan. Di dalam sebuah program kegiatan  aku menempatkan 3 (tiga) orang rekan kerja ku sebagai penanggung jawab atas program kegiatan tersebut. Dimana aku juga termasuk didalam menjalankan setiap program kegiatan yang ada.
     Aku merasa bahwa aku telah gagal, aku tidak bisa menggerakkan rekan-rekan kerja aku untuk menjalankan program kegiatan yang telah kami sepakati bersama. Di setiap program kerja, pasti ada rekan kerja ku yang lupa ataupun tidak melaksanakan kewajibannya. Padahal aku rasa potensi yang ada pada dia untuk menjalankan program kegiatan tersebut sangatlah besar. Walaupun program-program di bidang Infokom berjalan dengan baik akan tetapi sebenarnya aku telah gagal sebagai ketua bidang.